Selama kekuatan hati Anda belum “jernih”, maka kemana pun Anda bergaul, Anda cenderung akan mudah dipengaruhi.
Syahril Syam
Mashab behaviorisme, di tahun 70-an, merupakan mashab yang paling
mendominasi pemikiran orang-orang di negeri Paman Sam. Mashab ini
mendasari pemikirannya bahwa setiap orang belajar karena faktor stimulus
dari lingkungannya. Walau mashab ini tidak mampu menjelaskan motivasi
internal pada manusia, namun apa yang digagas oleh behaviorisme
memberikan andil yang besar bagaimana manusia itu belajar.
Saya ingin mengajak Anda untuk melihat dan merasakan bagaimana Prof.
Philip Zimbardo melakukan sebuah eksperimen yang kontroversial. Prof.
Zimbardo bersama-sama dengan rekannya ingin mengetahui apakah perilaku
para tahanan dan penjaganya disebabkan oleh situasi penjara atau karena
karakter mereka sendiri. Akhirnya, diseleksilah sekitar 75 orang
mahasiswa yang diperiksa secara klinis, dan 21 orang dipilih karena
kepribadiannya dianggap dewasa dan sehat.
Agar para mahasiswa tersebut mau mengikuti eksperimen tersebut,
mereka akan dibayar $15 sehari. Eksperimen tersebut rencananya akan
dilakukan selama dua minggu, dan secara acak, sebagian peserta akan
menjadi tahanan dan sebagiannya lagi akan menjadi penjaga tahanan. Dan
eksperimen ini dilakukan dengan suasana yang persis betul dengan
kenyataannya.
Para “tahanan” dijemput polisi dari rumah-rumah mereka, dan mereka
dituduh sebagai pencuri dan digeledah, dibelenggu, diambil sidik
jarinya, dan kemudian diinterogasi. Di ruang bawah tanah gedung
Psikologi Stanford, yang dijadikan sebagai penjara, para tahanan
tersebut dibawa kesana, dan kemudian diperlakukan dengan semena-mena.
Para tahanan kemudian ditelanjangi, disemprot dengan pembasmi kutu,
diberi pakaian napi, dan ditempatkan pada sel sempit bersama dua “napi”
lainnya. Semua yang mau dilakukan oleh para “napi” harus mendapat izin
dari para penjaga.
Para “penjaga” bekerja secara bergiliran dalam menjaga para “napi”.
Seragam yang digunakan oleh para “penjaga” pun adalah seragam penjaga
penjara lengkap dengan kaca mata hitam, pentungan karet, peluit, dan
borgol. Para “penjaga” dilarang melakukan kekerasan, tapi boleh
melakukan apa saja untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
Dan inilah akhir eksperimen tragis itu. Hanya dalam tempo 6 hari
saja, para “tahanan” menjadi sangat depresif dan pasif. Sedangan para
“penjaga” menjadi sangat otoriter, brutal, dan memaksa tahanan untuk
melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh. Para mahasiswa yang
tadinya normal dan sehat, telah menjadi “psikopat”.
Di hari kelima eksperimen, empat orang “tahanan” dibebaskan karena
berteriak-teriak histeris, menderita kecemasan, dan gejala-gejala
depresi lainnya. Seorang diantara mereka dikeluarkan karena menunjukkan
gejala psikosomatis. Eksperimen yang rencananya akan dilakukan selama
dua minggu, harus diakhiri setelah seminggu berjalan. Para “tahanan”
merasa sangat gembira, sedangkan para “penjaga” merasa kecewa.
Eksperimen tersebut, merupakan penelitian Zimbardo bahwa perilaku
sadis para “penjaga” dan perilaku pasif para “tahanan” bukanlah perilaku
“bawaan” mereka. Perilaku tersebut terjadi karena mereka dipengaruhi
oleh kelompok rujukan yang diidentifikasi oleh mereka. Dengan kata lain,
budaya sebuah kelompok cenderung mempengaruhi perilaku
individu-individu di dalam kelompok tersebut.
Jika Anda sering bergaul dengan orang-orang yang pesimis, besar
kemungkinan Anda akan ikut pesimis. Hal tersebut tidak akan terjadi jika
saja Anda memiliki kekuatan hati yang jernih, dimana bukan Anda yang
dipengaruhi tapi Anda yang mempengaruhi. Dan ketika Anda bergaul dengan
kelompok pembelajar, maka besar kemungkinan Anda pun akan menjadi
seorang pembelajar. Oleh sebab itu, pilihlah secara bijak kemana Anda
ingin bergaul!
*) Syahril Syam adalah seorang konsultan, terapis, public speaker, dan seorang sahabat yang senantiasa membuka diri untuk berbagi dengan siapa pun. Ia memadukan kearifan hikmah (filsafat) timur dan kebijaksanaan kuno dari berbagai sumber dengan pengetahuan mutakhir dari dunia barat. Ia juga adalah penulis buku best seller The Secret of Attractor Factor. Teman-temannya sering memanggilnya sebagai Mind Programmer, dan dapat dihubungi melalui ril@trainersclub.or.id




12.21
Unknown
Posted in: 















0 komentar:
Posting Komentar